Roma Sukses Masuk Zona Eropa

ROMA – AS Roma menjadi penguasa derby della Capitale di Stadion Olimpico kemarin dini hari WIB (7/12). Ketika tim asuhan Claudio Ranieri hanya butuh satu gol untuk memperdaya klub sekotanya, Lazio, pemain pengganti, Marco Cassetti, menjadi penentu kemenangan lewat golnya pada menit ke-79. Skor 1-0 mengulang derby della Capitale musim lalu, saat Roma bertindak sebagai tuan rumah. Gol kemenangan tim berjuluk I Lupi pada 16 November 2008 dicetak Julio Baptista di menit ke-50.

Dengan kemenangan melawan Lazio kemarin. otomatis Roma menembus Zona Europa League dengan tambahan tiga poin sekaligus mendongkrak posisinya melonjak empat tingkat ke urutan keenam klasemen sementara Liga Italia Serie-A dengan mengoleksi 24 poin atau terpaut 11 poin dengan capolista Inter Milan. Sebaliknya, Lazio makin terbenam di peringkat ke-16.

Sukses Roma tak ayal. menjadi begitu spesial bagi sang allenatore (pelatih), Claudio Ranieri. Sebagai Roman alias orang yang lahir di ibu kota Italia, dia baru kali pertama menjalani derby della Capitale. “Saya merasakan emosi luar biasa sepanjang pertandingan. Mung­kin itulah momen paling emosional sepanjang hidup saya,” ucap Ranieri kepada Sky Sport.

Tak kalah girang adalah Cassetti. “Saya merasakan energi luar biasa setelah mencetak gol. Saya tidak pernah merayakan gol dengan energi sebesar itu sebelumnya,” ungkap pemain yang baru masuk di babak kedua untuk menggantikan Philippe Mexes tersebut kepada Sky Italia. “Saya berteriak ‘I love you’ setelah mencetak gol. Itu saya dedikasikan kepada istri saya,” sambung pemain 28 tahun tersebut.

Kendati menang, Ranieri menuturkan bahwa rute terjal menanti Giallorossi -julukan lain Roma. Setelah Lazio, Francesco Totti dkk ditantang Sampdoria (13/12) dan Parma (20/12). Sampdoria memiliki poin sama dengan Roma meski menduduki peringkat kedelapan, sementara Parma menghuni posisi kelima dengan satu poin lebih banyak daripada Roma. “Kami masih melakukan error. Untung, kami tidak kebobolan,” ucap pelatih berjuluk The Tinkerman tersebut.

Sementara itu, allenatore Lazio Davide Ballardini mengatakan bahwa timnya tidak layak kalah. “Tim kami menunjukkan kinerja bagus dan saya tidak menyukai kekalahan kini,” ungkap Ballardini yang jabatannya terancam dicopot itu kepada ANSA.

Di pihak lain, kemenangan Roma kemarin meninggalkan sedikit cacat dengan diberikannya kartu merah kepada David Pizarro dua menit jelang bubar. Selain itu, laga di Olimpico tersebut ditunda sepuluh menit lepas dari menit ke-13. Sebab, wasit Nicolas Rizzoli melihat bom asap dilemparkan penonton ke tengah lapangan. Laga baru dilanjutkan sesudah keadaan normal.

Pada 2004, derby della Capitale juga dihentikan selama tiga menit di awal babak kedua. Penyebabnya, muncul kabar menyesatkan bahwa seorang polisi menghilangkan nyawa seorang tifosi belia dalam bentrok di luar stadion.