Penyesalan Leverkusen Di Menit Akhir
FRANKFURT – Kegagalan Bayer Leverkusen menuai poin penuh saat lawat tandang ke Hertha Berlin kemarin dini hari WIB membuat posisi mereka sebagai pemuncak klasemen Bundesliga terancam. Memang dengan hanya memetik satu angka tidak membuat mereka harus kehilangan posisi puncak. Namun jelas, gap dengan para pesaing terdekatnya jelas menyempit. Kini Leverkusen hanya unggul dua angka dari Bayern Munchen (32-30). Bayern tadi malam menyodok posisi runner-up setelah membantai Bochum dengan skor 5-1.
Melawan Hertha yang berstatus sebagai juru kunci klasemen, tim besutan Jupp Heynckess, Leverkusen tersebut hanya mampu bermain imbang 2-2.
“Jelas ini bukan pertandingan yang bagus buat kami,” ucap striker Leverkusen Toni Kross kepada Associated Press. “Kami tidak bisa menang karena penampilan di babak pertama yang sangat buruk. Itu membuat kami terbebani untuk menggenjot perolehan gol di babak kedua. Dan itu sangat menguras energi,” paparnya.
Sebenarnya hingga 90 menit waktu pertandingan, Leverkusen sudah berhasil memimpin 2-1 lewat gol Kroos pada menit ke-76 dan Burak Kaplan pada menit ke-90. Sementara Hertha unggul lebih dulu lewat Gustavo Ramos ketika babak pertama berjalan 8 menit. Namun, Ramos membuyarkan kemenangan yang sudah di depan mata itu hanya semenit setelah gol Kaplan. Tidak heran kalau Leverkusen menyesal habis-habisan. “Seharusnya kami bisa menjaga skor 2-1 itu,” tukas Kroos.
Di sisi lain, kemenangan Bayern kian mengamankan posisi der trainer Louis van Gaal. Mereka sukses menjaga tren positif setelah lolos ke babak kedua Liga Champions dengan menjungkalkan Juventus 4-1 Rabu lalu.
Pesta gol tim berjuluk FC Hollywood dibuka oleh Mario Gomez pada menit ke-23. Sepuluh menit kemudian, mereka menggandakan keunggulan lewat gol bunuh diri Mergim Mavraj. Striker timnas Kroasia Ivica Olic menyumbang dua gol lagi masing-masing di menit ke-43 dan 50.