Man City Hantam Chelsea 2-1
MANCHESTER – Secara mengejutkan pemimpin klasemen Premier League, Chelsea dikalahkan Manchester City 1-2 di City of Manchester kemarin dini hari WIB (6/12). Kekalahan ini merupakan kekalahan beruntun “The Blues” dalam empat hari terakhir setelah sebelumnya kalah adu penalti 3-4 oleh Blackburn Rovers dalam perempat final Piala Carling (2/12).
Kekalahan dari City memang tidak menggoyahkan posisi Chelsea di puncak klasemen Premier League. Tapi bisa dikatakan, kemenangan City mampu menghambat roda kemenangan The Blues di Premier League. Selain itu, sukses City tersebut turut membantu rekan sekotanya, Manchester United dalam perebutan gelar juara dengan Chelsea sebab Chelsea kini hanya unggul dua poin (36-34), setelah memainkan 15 pertandingan.
Sedangkan bagi City, dengan mengoleksi tiga poin mampu mendongkrak satu tingkat posisi Kolo Toure dkk di klasemen. The Citizens -julukan City kini mengantongi 25 poin dari 14 laga sehingga mendongkrak mereka masuk peringkat keenam. Pertandingan ini tentuya sangat berarti bagi tuan rumah karena mengakhiri tujuh hasil seri dari pertandingan sebelumnya.
Kemenangan City kemarin tak lepas dari kontribusi eks bintang United Carlos Tevez. Free kick Tevez pada menit ke-56 memastikan kemenangan City setelah Emmanuel Adebayor membagi rata dua golnya di babak pertama. Gol pada menit ke-37 bagi City dan gol bunuh diri pada menit kedelapan bagi tim tamu.
Chelsea sebenarnya berpeluang memaksakan seri setelah mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-83. Wasit Howard Webb tanpa ragu menunjuk titik 12 pas setelah pemain pengganti Nedum Onuoha menggaet kaki Didier Drogba dari belakang di kotak terlarang.
Siapa sangka, pemain sekelas Frank Lampard gagal menjalankan tugas sebagai algojo karena tendangannya mampu dihalau kiper City Shay Given. “Kami tidak pernah menang di tujuh laga sebelumnya, dan sekarang mengalahkan Chelsea, tim top yang dihuni para pemain hebat. Rasanya benar-benar spesial,” ucap Given sebagaimana dilansir ESPN.
“Kami hanya sekali kalah musim ini dan itu pun baru dipastikan di menit-menit akhir di Old Trafford (kalah 3-4 lawan Manchester United dalam derby Manchester 20 September 2009, Red). Jadi, saya pikir apa yang kami lakukan sejauh ini cukup bagus,” tambah kiper yang gagal mengantarkan negaranya, Republik Irlandia, lolos ke Piala Dunia 2010 itu.
Rona wajah ceria ikut ditunjukkan pelatih City Mark Hughes. Itu tak lepas dari sukses Hughes melewati dua laga terakhir yang tergolong berat. Sebelum kemenangan atas Chelsea, Hughes membawa timnya mengatasi Arsenal 3-0 di perempat final Piala Carling (2/12).
“Tidak banyak tim yang mampu bangkit setelah ketinggalan gol ketika melawan Chelsea. Bisa menampilkan karakter dan kualitas seperti yang baru saja kami lakukan dalam pertandingan tadi (kemarin, Red) merupakan perjuangan fantastis dari seluruh pemain,” ungkap pelatih asal Wales itu berbinar-binar kepada Sky Sports.
Sebaliknya, gurat kekecewaan jelas terpancar dari muka Carlo Ancelotti. Pelatih Chelsea itu mengkritik gol pertama City sebagai gol berbau handsball. Sebelum Adebayor melesakkan bola ke gawang, rekaman video memperlihatkan bola sempat mengenai tangan Micah Richards.
“Kami tidak beruntung untuk gol pertama lawan. Ada dua kesalahan wasit. Selain tidak meniup pelanggaran handsball, saya kira Ricardo Carvalho sudah melakukan clearance (membuang bola) sebelum bola masuk gawang,” tutur Carletto, sapaan akrab Ancelotti, kepada Reuters.