Kemarahan Wenger Motivasi Arsenal

LIVERPOOL – Unggul lebih dulu di babak pertama, Liverpool akhirnya harus mengakui keunggulan Arsenal 1-2. Pertandingan lanjutan Premier League yang diadakan di Stadion Anfield dini hari kemarin (14/12) WIB berlangsung menarik, baik The Reds maupun The Gunners tampil menawan.

Begitu peluit pertandingan babak pertama dimulai, Liverpool langsung tampil menggebrak. Gerakan offensif tertata rapi sehingga tampak sekali dominasi tuan rumah. Apalagi ketika Dirk Kuyt mampu memanfaatkan bola liar di kotak penalti Arsenal dan sukses menceploskan bolal, 1-0 untuk Liverpool. Melihat penampilan selama babak pertama, sepertinya tidak mungkin tim tamu akan pulang dengan tiga poin.

Jelang babak kedua, seperti pernyataan Cesc Fabregas, kapten Arsenal yang dilansir Sky Sports, Arsene Wenger sang pelatih marah luar biasa kepada para pemain Arsenal di ruang ganti

”Seusai turun minum, pelatih marah besar kepada kami, khususnya dengan penampilan kami di babak pertama. Begitu marahnya, dia mengatakan kami tidak layak memakai kostum Arsenal. Saya terkejut karena selama membela Arsenal, saya tidak pernah melihat pelatih marah seperti itu,”

Rupanya amarah Wenger tersebut direspons positif oleh Fabregas dkk. Di babak kedua Arsenal seperti termotivasi, mereka tampil lebih baik bahkan mampu membalik keadaan. Itu diawali gol bunuh diri Glen Johnson pada menit ke-50 dan sontekan Andrei Arshavin delapan menit kemudian. Itulah gol keenam Arshavin di Premier League musim ini.

Ketika dikonfirmasi tentang kemarahannya di ruang ganti saat jeda, Wenger tidak mau menjelaskan. ”Saya tidak akan menerangkannya karena setelah 13 tahun menangani tim ini, saya senang masih bisa mengejutkan pemain. Yang bisa saya katakan adalah Liverpool dominan di babak pertama, sedangkan Arsenal menguasai babak kedua,” tutur pelatih berkebangsaan Prancis itu kepada Sportinglife.

Wenger menambahkan, kemenangan atas Liverpool sangat penting, tidak sekadar posisi di klasemen sementara. ”Saya melihat gelagat tim kami seperti menghadapi ketakutan di laga besar (Arsenal sudah dikalahkan Chelsea dan United musim ini, Red),” jelasnya.

Di pihak lain, kekalahan Liverpool makin menjerumuskan Steven Gerrard dkk dalam krisis berkepanjangan. The Reds telah menelan enam kekalahan di Premier League atau total 10 kali dalam 24 laga di berbagai ajang musim ini. Kalah atas Arsenal malah sudah dua kali setelah menyerah 1-2 di ajang Piala Carling 28 Oktober lalu.

”Setelah gol bunuh diri, tim kami tampil beda. Tidak ada passing yang akurat lagi. Ini bukan perkara kualitas, melainkan minimnya kepercayaan diri di tim kami,” tutur Rafael Benitez, arsitek Liverpool, kepada The Times.

Benitez mengkritik wasit Howard Webb yang tidak menghadiahkan penalti di babak pertama bagi Liverpool. Yakni, saat Gerrard dijatuhkan William Gallas di menit ke-15. Dari rekaman video, Gallas terlambat mengambil bola dari penguasaan Gerrard.

Dengan kemenangan tersebut, Arsenal yang menghuni peringkat ketiga kini mengoleksi 31 poin dari 15 laga. Terpaut 6 poin dari Chelsea dan 3 poin dengan Manchester United. Tim asuhan Arsene Wenger itu pun masih diuntungkan karena memainkan satu laga lebih sedikit jika dibandikan dengan dua rivalnya tersebut.