Kejutan Besar Di Pekan-16 Serie-A
ROMA ITALIA – Kejutan besar terjadi di pertandingan Liga Serie-A Italia pekan ke-16 dengan tumbangnya tim-tim unggulan. Tercatat Juventus dilumpuhkan Bari 1-3, AC Milan ditumbangkan Palermo 0-2, dan pimpinan klasemen sementara, Inter Milan yang dipaksa seri oleh Atalanta 1-1.
Dari ketiga klub tersebut, yang paling menyedihkan tentunya AC Milan. Bermain di kandang sendiri, Stadion San Siro, tim asuhan Leonardo Araujo ini dihajar Palermo 0-2 tanpa balas. Padahal Palermo merupakan salah satu klub yang tidak pernah beranjak dari papan bawah. Tragis memang, namun dari situ jelas terlihat, dengan absennya defender tangguh Thiago Silva lini pertahanan Milan benar-benar rapuh.
Dua gol yang diceploskan ke gawang Milan diciptakan pemain Palermo pada babak kedua. Hebatnya lagi kedua gol tersebut diciptakan hanya dalam jangka waktu 13 menit. Fabrizio Miccoli pada menit ke-49 dan Mark Bresciano di menit ke-62. Setelah kebobolan dua gol, barulah pelatih Leonardo memasukkan Alexandre Pato dan Clarence Seedorf untuk meningkatkan daya dobrak. Namun, dari sejumlah peluang tidak ada satupun berbuah gol.
Pada pertandingan lain, Inter sebenarnya berpeluang memenangkan pertandingan. Hingga menit ke-80 mereka masih unggul 1-0 atas Atalanta, berkat gol cepat Diego Milto pada menit ke-15. Namun, tuan rumah yang berkostum hampir sama dengan Milan itu mampu menyamakan kedudukan melalui gol Simone Tiribocchi dan menghapus harapan Inter pulang dengan memetik poin tiga angka.
Dengan hasil seri tersebut posisi Inter Milan masih solid di peringkat pertama dengan mengoleksi 36 poin, unggul lima angka atas Milan (31). Sementara Juventus masih menguntit di peringkat ketiga (30 poin)
Sepertinya memang penderitaan Juventus terus berlanjut. Setelah tereliminasi dari Liga Champions, David Trezeguet dkk kembali menelan kekalahan Bari. Bari memang bukan tim sembarangan. Meski statusnya tim promosi, tim yang ditangani Giampiero Ventura itu sudah bergabung di jajaran papan tengah. Bahkan kini mereka sudah bertengger di peringkat kelima klasemen sementara Serie-A Liga Italia.
Satu-satunya kelemahan Juve malam itu adalah tidak bisa memanfaatkan peluang. Padahal, dilihat dari statistik, mereka unggul telak. Dari sederet peluang hanya satu yang berbuah gol. Yakni saat Trezeguet melesakkan bola ke gawang Jean Francois Gillet pada menit ke-23.
Bari mempermalukan klub tersukses Italia itu lewat gol Riccardo Meggiorini pada menit ke-7, Paulo Vito Barreto (44′), dan Sergio Almiron (81′).”Apa yang terjadi hari ini (kemarin dini hari WIB) tidak bisa dijelaskan, jujur saja,” kata Ferrara, dalam wawancara dengan stasiun televisi Sky. “Aneh sekali. Kami bisa saja berada di sana lebih lama lagi, tapi tetap tidak mencetak gol tambahan,” lanjutnya.
Ferrara juga tidak berani menyalahkan anak buahnya atas hasil menyedihkan ini. “Kalau memang pemain saya pantas disalahkan, saya akan melakukannya. Saya mengritik mereka. Tapi untuk hari ini saya benar-benar tidak bisa bilang apa-apa. Kekalahan ini sulit dicerna,” lanjut pelatih berambut keriting itu.
Tentu saja, kekalahan ini semakin membuat posisi Ferrara sebagai allenatore kian terpojok. Desakan suporter untuk memecat eks defender Juve itu kian menggema.
Tapi, manajemen Bianconerri, sebutan Juve buru-buru menekankan bahwa posisi Ferrara aman. Berdasarkan pernyataan presiden klub Jean-Claude Blanc, Ferrara bakal tetap menempati jabatannya sebagai pelatih hingga akhir musim. “Ferrara akan tetap bersama kami,” tegas Blanc kepada Mediaset.