Buntut Rasis Juventus Didenda 355 Juta
TURIN – Isu rasis dalam derby d’Italia antara Juventus lawan Inter Milan di Stadion Olimpico, Turin, Minggu dini hari WIB (6/12) lalu yang dimenangkan Juve 2-1 akhirnya berbuntut. Dampak aksi tersebut Juve akhirnya terkena sanksi denda 25 ribu Euro (sekitar Rp 355 juta).
Seperti yang dikhawatirkan, sasaran rasis Juventini adalah striker Inter Mario Balotelli. Striker Italia berdarah Ghana itu entah kenapa selalu menjadi “sasaran” Juventini. Bagaimana tidak, pelecehan terhadap Balotelli juga terjadi ketika Juve menjamu Udinese dua pekan sebelumnya (22/11).
Saat itu, Juve dikenai denda 20 ribu euro atau setara Rp 285 juta. Berarti, Juve membayar denda Rp 640 juta hanya dalam tiga pekan terakhir. “Dua kali didenda dalam dua home beruntun sangat buruk bagi tim sekelas Juventus,” tutur juru bicara FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) kepada Tuttosport. “Tapi, kami masih bisa menoleransi mengingat laga lawan Inter di Olimpico berlangsung dalam atmosfer panas,” tambahnya.
Selain aksi rasis, derby d’Italia tersebut juga diwarnai kartu merah bagi allenatore Inter Jose Mourinho dan gelandang Juve Felipe Melo. “Sanksi yang sangat memprihatinkan bagi klub kami. Terlebih, kami telah melakukan segala cara untuk meredam aksi rasis di kandang kami sendiri,” terang Jean-Claude Blanc, presiden Juve, di situs resmi klub.
Sanksi denda sekaligus modal kurang bagus Juve yang akan melakoni laga krusial lawan Bayern Munchen di Turin dini hari tadi WIB (9/12). Selain Juve, Inter ikut didenda 15 ribu euro (sekitar Rp 213 juta) karena suporternya melemparkan suar ke arah lapangan.
Tapi, denda Juve dan Inter masih kalah besar bila dibandingkan dengan yang diterima AS Roma dan Lazio. Masing-masing tim diharuskan membayar 40 ribu euro (sekitar Rp 568 juta) karena ulah negatif fans mereka dalam derby della Capitale Senin dini hari WIB (7/12). Selain perkelahian, sejumlah fans melempar bom asap ke tengah lapangan setelah menit ke-13 sehingga laga sempat ditunda 10 menit.