Bermodal Pemain TK Arsenal Kalah Lawan Olympiakos
ATHENA – Kalah dari tim tuan rumah Olympiakos 0-1 pada pertandingan pamungkas grup H kemarin dini hari WIB (10/12), Arsenal gagal mempertahankan rekor tak terkalahkan di fase grup Liga Champions musim ini. Hal tersebut mungkin karena laga tersebut tidak terlalu mempengaruhi The Gunners untuk masuk ke babak 16 besar sehingga Arsene Wenger hanya memasukkan pemain-pemain muda untuk bertanding.
Dalam lawatan ke Athena, Wenger memang mendaftarkan 17 pemain yang lima di antaranya masih usia remaja. Misalnya, Wilshere yang baru 17 tahun. Di antara sebelas pemain Arsenal yang diturunkan Wenger, tercatat hanya kiper Lukasz Fabianski, defender Mikhael Silvestre, dan duet striker Theo Walcott-Jack Wilshere yang cukup akrab di telinga fans. Plus Fran Merida. Sisanya murni newcomers yang baru pertama kali dibawa ke pentas Eropa. Tak ayal media di Inggris menyebutkan, Arsenal malam itu membukukan rekor sebagai skuad termuda sepanjang sejarah Liga Champions.
Gol tunggal kemenangan Thrylos, julukan Olympiakos disumbangkan oleh defender asal Brazil Leonardo dua menit setelah peluit babak kedua dibunyikan. Hasil itu membawa klub asuhan Zico tersebut menempati posisi runner-up grup H dengan nilai 10. Dalam laga lain, wakil Belgia Standart Liege yang sebetulnya berpeluang lolos membuang kesempatan dengan mencatat hasil seri 1-1 dengan AZ Alkmaar.
Namun memainkan deretan anak muda di kompetisi Eropa paling prestisius itu tentu mengundang banyak polemik bahkan mengatakan bahwa Wenger menyepelekan liga karena mentang-mentang sudah pasti lolos ke 16 besar. Salah satu dari mereka adalah Matthias Sammer, direktur teknis DFB (Badan Sepak Bola Jerman), seperti dilansir Sky Sports. “Ini adalah Liga Champions, salah satu kompetisi paling penting di dunia. Dan Wenger memainkan tim taman kanak-kanak. Aturan UEFA mungkin mengizinkan, tapi saya tidak bisa menghargainya,”