Arema Bayar Mahal Kemenangan

MALANG – Arema Malang kini bertengger sebagai pimpinan puncak klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 setelah menang tipir 1-0 atas Persiwa Waimena di Stadion Kanjuruhan, Malang (6/12) kemarin. Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang rekor sebagai tim yang belum pernah kalah. Dari tujuh pertandingan, Arema menang lima kali dan dua kali seri.

Akan tetapi kemenangan tim yang juga pernah menjuarai juara Copa Indonesia dua kali tersebut harus ditebus dengan cukup mahal. Empat pemain inti Arema yang berposisi sebagai bek, Hermawan, Zulkifly, Pierre Njanka dan Alam Shah, harus beristirahat akibat cedera. Zulkifly dan Hermawan cedera cukup parah sehingga dipastikan keduanya belum bisa memperkuat Singo Edan ketika menghadapi juara ISL musim lalu Persipura Jayapura Rabu lusa (9/12). Sedangkan kedua pemain lainnya masih diperiksa kondisi fisiknya.

Gol tunggal Singo Edan, Arema tercipta lewat penalti setelah pemain belakang Persiwa Yohanes Kabagaimu handsball di petak terlarang saat menyongsong bola silang Zulkifly Syukur. Hadiah penalti yang diberikan wasit Yandri dari Jakarta tersebut tidak disia-siakan oleh striker timnas Singapura, Alam Shah yang bertindak sebagai algojo. Tendangan kaki kanannya bersarang di sudut kiri gawang Persiwa yang dikawal Andre Syaifuddin.

Dalam pertandingan kemarin, sebetulnya permainan Badai dari Pegunungan Tengah, Persiwa sangat agresive sehingga pemain Arema harus berjuang eksta keras untuk meredamnya, terlebih setelah gol semata wayang Alam Shah lahir. Akibatnya satu persatu pemain lini belakang Arema berjatuhan.

Di babak kedua, dengan keunggulan stamina fisik pemain Persiwa semakin mencecar tim tuan rumah dari segala penjuru. Namun sampai pertandingan berakhir, tidak satupun peluang yang tercipta bias menghasilkan gol. Kiper Arema, Kurnia Meiga Hermansyah memang bermain bagus, sejumlah peluang Persiwa berhasil digagalkannya dengan baik.

Menanggapi kemenangan timnya, asisten pelatih Arema Liestiadi mengatakan setelah usai pertandingan “Perjuangan anak-anak sungguh luar biasa,”